SAMPAH DAN LANGKAH KECIL MENANGANINYA

Penulis: Nurul Ainaini

Hai SobatEH!
Dewasa ini, segala aktivitas manusia tak dapat dipisahkan dari sampah. Tahukah SobatEH, Indonesia memproduksi 65 juta ton sampah per hari pada 2016. Jumlah tersebut setara dengan 11.800.000 ekor gajah Asia. Dilansir dari republika.co.id, angka tersebut mengalami kenaikan dari tahun 2015, sebesar 1 juta ton.  Sampah yang dihasilkan merupakan sampah organik dan sampah anorganik.  Oleh karena itu, Earth Hour Malang ingin membahas mengenai sampah serta mengajak masyarakat untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan guna mengurangi dan menekan jumlah sampah yang ada khususnya di Indonesia.

SAMPAH DI LAUT INDONESIA

Perlu SobatEH ketahui sebanyak 75% sampah plastik mencemari laut. Sampah plastik yang mendominasi adalah botol minuman, alat makan, tutup botol dan partikel plastik lainnya dan kisaran jumlahnya adalah 5-14 juta ton per tahun. Setiap tahunnya Indonesia masih menjadi negara yang menghasilkan sampah plastik terbanyak di lautan.

 
(Sampah yang mencemari laut)
Hal ini menyebabkan terjadinya pencemaran laut. Sehingga pH laut menjadi turun, dan bersifat asam. Dampaknya, penurunan populasi organisme laut dapat memutus rantai makanan sehingga suplai makanan manusia yang berasal dari laut pun akan berkurang. Selain itu dengan adanya pencemaran laut maka dapat menurunkan daya tarik wisatawan juga.

APAKAH MEMBAKAR SAMPAH ADALAH SOLUSI TERBAIK ?

Di masa sekarang, tak sulit menjumpai masyarakat yang membersihkan tumpukan sampahnya dengan cara dibakar. Tentu saja pembakaran sampah ini tidak menyelesaikan masalah. Hasil pembakaran sampah yang mengandung klorin akan menghasilkan 75 zat beracun lainnya. Tak berbeda dengan sampah yang dibakar, asap hasil pembakaran ternyata mengandung benzoprena (gas beracun penyerang jantung) yang 350 kali lebih banyak. Selain itu, cairan dari sampah yang menumpuk menghasilkan gas metana yang 30x lebih berbahaya dari CO2. Gas metana yang terperangkap di atmosfer selama 7 tahun mampu menaikkan suhu hingga 1.3 derajat Celcius.

APA YANG DAPAT DILAKUKAN ?
Sadarkah SobatEH bahwa membuang sampah pada tempatnya saja tidak cukup? SobatEH dapat menerapkan gaya hidup 4R, yaitu reduce, reuse, recycle dan replace.
Mulai dari:
  • Mengganti plastik atau kantong kresek belanja dengan menggunakan reusable bag atau tas belanja bukan sekali pakai
  • Memilih menggunakan sapu tangan dibandingkan dengan tisu;
  • Mengubah benda tak pakai, menjadi benda pakai dengan fungsi berbeda serta menggunakan kertas daur ulang;
  • Menggunakan sedotan akrilik daripada sedotan plastik