KUMBANG DI KAMPUNG HIJAU, SUKUN, MALANG : MEMILAH DAN MENGOLAH SAMPAH

Malang memiliki beberapa kampung dengan lingkungan bersih dan asri. Kampung – kampung tersebut dinamakan sebagai Kampung Hijau. Pada hari Sabtu tanggal 20-01-2018, Earth Hour Malang berkesempatan mengunjungi salah satu kampung hijau yang berada di Kota Malang yaitu Kampung Hijau Sukun RW III, Malang. Di Kampung Hijau Sukun, Volunteer Earth Hour Malang mendapatkan informasi mengenai apa saja yang warga sekitar lakukan dan kembangkan agar kampung tersebut tetap asri dan volunteer juga berkesampatan untuk membuat langsung olahan karya yang berasal dari limbah kertas. Selengkapnya dapat kita simak dibawah ini :
Kampung Hijau Sukun RW III, Malang
Berubah untuk kondisi lebih baik, mungkin itu adalah satu kalimat yang tepat untuk mengawali tentang kampung hijau yang terletak di Kecamatan Sukun , Kelurahan Sukun dan dekat dengan Bank Sampah Malang ini. Awalnya kondisi kampung ini tidak se “hijau” seperti sekarang, lalu didasari dari kondisi lingkungan yang semakin menurun dan keinginan warga sekitar untuk memiliki lingkungan tempat tinggal yang asri maka secara perlahan-lahan kampung ini membenahi diri. Pembenahan ini dilakukan oleh warga sekitar pada tahun 2009 dan hingga sekarang kampung ini sudah semakin berkembang dan tentu saja, bersih. Jika SobatEH mengunjungi kampung ini, maka dipastikan sejauh mata memandang SobatEH jarang menemukan sampah. Kampung ini biasa dikenal dengan sebutan Kampung Baru atau New Camp, Kampung Terapi dan Kampung Hijau. Disebut kampung terapi dikarenakan terdapat batu – batu terapi di jalan setapak kampung ini yang dimanfaatkan warga sekitar sebagai sarana terapi. 
Kegiatan Pemilahan Sampah yang dilakukan oleh Warga Sekitar. 
Sampah mungkin berbahaya, tetapi jika dilakukan pengolahan dengan baik maka sampah akan bermanfaat. Seperti pada Kampung Hijau ini, sampah – sampah yang dihasilkan oleh warga sekitar dikumpulkan lalu dipisahkan antara sampah kering dan sampah basah. Nah untuk sampah basah nanti diolah pada komposter. Apa sih komposter itu?
Komposter adalah sebuah alat pengolahan sampah yang mengubah sampah basah menjadi pupuk kompos dengan menggunakan bakteri sehingga sampah basah tersebut tidak mencemari tanah, tetapi malah bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Lalu bagaimana dengan sampah kering? Sampah – sampah kering ini setelah dipisahkan dengan sampah basah, dipilah kembali mana yang bisa diolah dan mana yang sudah tidak dapat diolah. Sampah – sampah kering yang sudah tidak dapat diolah ini akan di bawa ke Bank Sampah Malang. “Pemilahan sampah dilakukan seminggu sekali dibantu dengan warga sekitar. Untuk pengolahan sampah basah menggunakan komposter dilakukan 1-2 bulan sekali, sedangkan untuk pengangkutan sampah kering ke BSM dilakukan 2 – 3 bulan sekali” ujar Bu Dwi, Kader Lingkungan Kampung Hijau Sukun RW III, Malang.
Daur Ulang Sampah
Warga Kampung Hijau Sukun ini telah sering melakukan proses daur ulang sampah. Produk yang dihasilkan dari daur ulang sampah ini salah satunya adalah tas yang berasal dari bungkus deterjen dan bungkus kopi. Produk tas dari daur ulang sampah ini sudah dipasarkan loh SobatEH. Nah, kali ini Earth Hour Malang berkesempatan untuk mengikuti proses daur ulang sederhana yaitu pengolahan koran menjadi vas cantik yang tentu saja dapat dimanfaatkan. Alat – alat yang dibutuhkan sangat sederhana, SobatEH hanya membutuhkan sepotong kardus kecil, lidi, lem dan ketelatenan.
Hal pertama yang dilakukan adalah memotong koran menjadi 8 bagian, lalu kemudian dililitkan pada lidi, setelah terlilit, lidinya dilepaskan secara perlahan. Kardus yang sudah dipotong kecil-kecil tadi dijadikan sebagai alas untuk SobatEH membuat vas nya. Setelah itu, bentuk lilitan koran tersebut menjadi bentuk yang SobatEH suka dan jadilah vas cantik dari sampah daur ulang. Sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan, bukan?


“Proses daur ulang sederhana ini mudah untuk dilakukan tetapi butuh ketelatenan dalam prosesnya. Selain itu, alat bahan yang digunakan juga mudah untuk didapat sehingga dapat di aplikasikan sendiri dirumah.” kata Vici, salah satu volunteer Earth Hour Malang. “Saya baru pertama kali ke Kampung Hijau ini dan saya sangat tertarik dengan beberapa hal yang dilakukan oleh warga sekitar, yaitu mereka memadatkan sampah pada botol yang sudah tidak terpakai. Kemudian padatan sampah itu dijadikan sebagai pengganti batu bata. Kemudian tentang pembuatan vas bunga tadi dari koran, itu hal yang sangat unik sekali sih untuk dilakukan” kata Taufik, salah satu volunteer Earth Hour Malang. Adanya proses daur ulang ini selain membuat sampah dapat menjadi hal yang bermanfaat, juga dapat meningkatkan nilai dari sampah.
Gebrakan Baru dari Kampung Hijau Sukun RW III, Malang
Kampung Hijau Sukun RW III, Malang ini memiliki satu gebrakan baru yang menarik yaitu adanya budidaya lele pada kampung ini. Apa korelasinya dengan lingkungan? Budidaya ikan lele dapat membantu mengurangi limbah makanan dengan limbah makanan diproses menjadi sebuah pelet sehingga dapat dimanfaatkan oleh ikan lele. Cukup inovatif kan, SobatEH?
SobatEH, banyak hal yang SobatEH dapat lakukan untuk dapat menjaga lingkungan sekitar. Membuang sampah pada tempatnya mungkin sudah banyak dilakukan, tapi mengolah sampah menjadi sesuatu hal yang berguna? Itu adalah tahapan lanjutan yang dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah pada lingkungan sekitar. Jadi, sudahkah SobatEH membuang sampah pada tempatnya? Sudahkah SobatEH melakukan daur ulang sampah yang sederhana? Semuanya tidak susah, asalkan SobatEH ada kemauan semuanya bisa. Yuk mulai dari hal sederhana untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik.


Sumber: http://composteraerob.blogspot.co.id/
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment