EDUKASI DINI MENGENAI SAMPAH DAN HIDROPONIK WICK DALAM AKSI SCHOOL CAMPAIGN BERSAMA SD PJ GLOBAL SCHOOL


Kesadaran akan pentingnya lingkungan hidup ada baiknya dapat ditanamkan dan diberikan sejak dini. Pada hari Kamis yang lalu tepatnya pada tanggal 1 Februari 2018, Earth Hour Malang berkesempatan untuk melakukan Aksi School Campaign di Sekolah Dasar PJ Global School. Aksi ini dimulai pada pukul 09.00 WIB, yang di awali dengan pemberian materi di aula sekolah SD PJ Global School. Aksi ini diikuti oleh siswa dari kelas tiga hingga kelas enam. Sebelum pemberian materi, seperti biasanya para adik-adik berbaris terlebih dahulu sebelum memasuki ruangan aula. Setelah masuk ke dalam ruangan aula, para siswa, guru, serta volunteer Earth Hour Malang melakukan doa bersama dan kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi, aksi dilanjutkan dengan memperkenalkan Earth Hour Malang pada siswa-siswi SD PJ Global School oleh perwakilan dari volunteer.


Pentingnya Mengenal Sampah Dan Cara Menguranginya

Setelah sedikit memperkenalkan tentang Earth Hour Malang, adik-adik siswa SD PJ Global diberikan beberapa materi mengenai sampah oleh volunteer Earth Hour Malang. Mengapa fokus utama pembahasan aksi School Campaign ini adalah sampah? Karena berdasarkan data pemerintah provinsi Jawa Timur pada tahun 2016, Jawa Timur menyumbang timbunan sampah mencapai 64.766.919 m3 perharinya dan diperkirakan akan terus bertambah tiap tahunnya. Jumlah ini tidak dapat dianggap remeh karena timbunan sampah yang menggunung dapat menimbulkan berbagai dampak negatif di berbagai bidang seperti pada bidang kesehatan, perekonomian, keindahan kota juga kelestarian lingkungan. Oleh karena itu diharapkan melalui aksi ini siswa-siswa yang masih berada di bangku pendidikan SD sudah mulai tertanam bagaimana cara mengurangi sampah juga kepedulian akan lingkungan hidup. Di SD ini sendiri siswa/siswi nya sudah dibiasakan untuk membuang sampah sesuai dengan jenis sampahnya (sampah basah dan sampah kering) pada tempat sampah yang telah disediakan.


Belajar Bersama Membuat Hidroponik Wick

Setelah pemberian materi mengenai sampah selesai, para siswa-siswi diarahkan ke lapangan untuk belajar bersama dalam membuat Hidroponik Wick. Hidroponik Wick sendiri merupakan teknik bertanam tanpa menggunakan tanah sebagai media nya, melainkan menggunakan bahan lain. Salah satu jenis hidroponik yang mudah diaplikasikan adalah Hidroponik Wick atau hidroponik dengan menggunakan sumbu. Sumbu tersebut merupakan media yang digunakan untuk mengalirkan nutrisi ke dalam tumbuhan. Jenis tanaman yang dapat digunakan oleh hidroponik sistem wick ini adalah tanaman-tanaman yang memiliki akar serabut dan ukurannya ketika tumbuh tidak terlalu besar. Pada aksi ini media yang digunakan adalah sekam dan tanaman yang digunakan adalah tanaman pucuk merah.



Sebelum role play dimulai, adik-adik dibagi menjadi beberapa kelompok untuk selanjutnya dibimbing oleh volunteer. Dalam pembuatan hidroponik ini adik-adik sekolah dasar diajarkan bagaimana cara mendaur ulang sampah guna mengurangi penimbunan sampah sekaligus mengajarkan bagaimana caranya bercocok tanam dengan media yang sederhana. Pada saat pembuatan Hidroponik Wick siswa/siswi SD PJ Global sangat antusias sehingga aktif bertanya serta berebut untuk untuk mencoba membuat.

Aksi dilanjutkan dengan bermain games untuk menyegarkan otak setelah siswa-siswi SD PJ Global School harus menyerap materi yang disampaikan sebelumnya. Games yang dilakukan yaitu mencari teman dimana setiap siswa-siswi harus mencari jumlah teman dalam jumlah yang sudah ditentukan oleh volunteer Earth Hour Malang. Aksi School Campaign di tutup pada pukul 12.00 WIB dengan melakukan foto bersama.

Respon dari siswa/siswi SD PJ Global School ini sangat baik. Karena demonstrasi pembuatan hidroponik wick ini merupakan hal perdana yang dilakukan oleh mereka sehingga mereka cukup antusias. Menurut Bu Lim sebagai wali kelas 6, siswa/siswi SD PJ Global School ini sudah sering dibiasakan untuk mencintai lingkungan sekitarnya. Yaitu dengan kegiatan outing di Daerah Batu dan juga pada kesehariannya mereka dibiasakan untuk tidak boleh membuang sampah sembarangan. Hal tersebut terbukti cukup efisien untuk menanamkan kepedulian lingkungan terhadap anak. Apalagi terkadang sekolah ini juga mengadakan lomba kebersihan loh SobatEH. Wah seru ya? Jadi selain menumbuhkan rasa cinta lingkungan juga mereka berkompetisi secara sehat. 

Nah dengan aksi ini diharapkan dapat semakin menambah wawasan dan juga dapat menumbuhkan kepedulian siswa/siswi tentang pentingnya gaya hidup hijau semenjak dini. Karena suatu hal yang besar dapat dimulai dari hal yang kecil. Jadi tunggu apa lagi? Yuk sama-sama peduli lingkungan dengan cara membiasakan membuang sampah pada tempatnya, juga sebisa mungkin mengurangi dalam pemakaian sampah. Salam lestari!


Sumber:
http://nasional.tempo.co/read/851135/jatim-bakal-bangun-pusat-pengelolaan-sampah-dan-limbah-b3

SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment