MINGGU YANG HIJAU DI EDUPARK IN ACTION BERSAMA ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG & ORANGUFRIENDS


Minggu pagi (10/09/17) terlihat keramaian di Taman Singha Merjosari. Wajar saja, pemanfaatan satu hari di hari libur banyak digunakan masyarakat untuk berlari, mengitari taman ataupun bermain di Taman Merjosari yang terletak di Kota Malang. Namun, pada satu titik dekat bundaran taman, terdapat gerombolan siswa kelas V SDN Merjosari 02 Malang dan juga beberapa orang berbaju hitam dan jingga sedang menikmati pagi dengan bermain dan belajar bersama. Benar, Earth Hour Malang kali ini melakukan kolaborAksi bersama Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya Malang dan Orangufriends. Edupark in Action ini merupakan aksi yang dikemas menarik dan tidak membosankan untuk memberikan edukasi tentang lingkungan kepada adik-adik yang mengunjungi taman. 

Dapat dilihat akhir pekan merupakan hari yang ditunggu-tunggu bagi anak-anak sekolah karena tidak adanya rutinitas wajib yang harus dilakukan. Terkadang, anak-anak menghabiskan waktu liburnya untuk menonton kartun favorit, bermain games, atau sekedar bermalas-malasan di kamar. Namun kolaborAksi yang telah dilakukan ini mengajak mereka meluangkan waktu untuk kegiatan yang sangat positif serta dapat menambah wawasan dan pengetahuan mereka.

Pertama-tama, Aksi Edupark In Action dimulai pada pukul 07.30 WIB, dibuka dengan perkenalan singkat dari adik-adik dan juga Volunteer Earth Hour Malang. Selanjutnya Komunitas Orangufriends yang diwakili oleh Kak Michael dan Kak Grace memberikan materi tentang satwa liar kepada adik-adik. Orangufriends merupakan komunitas penyelamat satwa-satwa liar yang terancam bahaya (seperti pembakaran hutan, penggundulan hutan, pemburuan liar) khususnya pada habitat dan perlindungan orang utan. Orangufriends ingin memberikan edukasi sejak dini kepada adik-adik, karena anak-anak merupakan generasi penerus sehingga diharapkan nantinya mereka dapat melindungi satwa liar dan juga habitatnya. Setelah memberikan beberapa materi mengenai satwa liar, Komunitas Orangufriends juga memberikan beberapa pertanyaan kepada adik-a dan juga hadiah bagi yang bisa menjawab. Terkadang pemberian apresiasi perlu dilakukan walaupun tidak berlebihan. Hal ini terlihat pada adik-adik yang sangat antusias dalam menjawab pertanyaan dan sangat senang karena mendapatkan hadiah.


Tak hanya memberikan materi saja, Volunteer Earth Hour Malang juga mengajak adik-adik bermain games sehingga tidak terjadi kebosanan di sela aksi ini. Setelah selesai bermain, adik-adik kembali duduk untuk mendengarkan materi terkait bahaya sampah plastik dari perwakilan dosen Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya yang diwakili oleh Pak Bayu dan Pak Bambang. Seperti yang diketahui bahwa sampah plastik memang sangat susah untuk terurai yaitu membutuhkan waktu sekitar 1000 tahun lamanya. Maka dari itu, adik-adik mendapatkan tempat kotak bekal dan tumbler agar mereka terbiasa membawa makanan dan minuman sendiri dari rumah sehingga penggunaan sampah plastik tidak semakin bertambah.


Keseruan selanjutnya adalah ketika para adik-adik terbagi dalam kelompok-kelompok kecil untuk memainkan games estafet. Terdapat 3 permainan yang dilakukan, yaitu games sarung, memindahkan kelereng dan yang terakhir adalah mencari harta karun. Adik-adik sangat antusias berlarian kesana kemari bersama kelompoknya untuk memenangkan permainan tersebut. Setelah bermain, adik-adik diajak untuk membuat biopori di sekitar Taman Singha Merjosari. Biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Pengenalan biopori kepada adik-adik ini dikemas menarik dengan lomba mengumpulkan daun kering sebanyak-banyaknya yang akan digunakan pada lubang biopori sehingga materi dapat dapat lebih mudah diterima. Pukul 12.00 wib, selesai sudah kolaboAksi yang telah dilakukan dan aksi hari Minggu tersebut ditutup dengan foto bersama.




Kak Thanya selaku wakil dari Komunitas Orangufriends mengatakan bahwa aksi ini sangat penting untuk anak-anak karena dengan adanya pondasi mengenai hal baik untuk bumi maka mereka dapat berkontribusi untuk tidak memperparah kondisi bumi. Dan diharapkan adik-adik sebagai penerus bangsa dapat memberikan solusi untuk memperbaiki kondisi bumi saat ini.

Alsana Fadli, yang merupakan Volunteer Earth Hour Malang juga mengatakan bahwa Aksi Edupark In Action ini memiliki tujuan yang sangat positif dan baik bagi adik-adik. Menurutnya, sangat bagus jika sejak dini anak-anak sudah dikenalkan mengenai cara menjaga lingkungan.

Saat ini banyak sekali organisasi tentang penyelamatan lingkungan melakukan kampanye karena keadaan bumi yang semakin berkembang oleh teknologi dan juga bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan. Hal ini diharapkan kepedulian tersebut ditularkan kepada generasi muda. Jujur saja, kemajuan yang sangat pesat ditakutkan membuat generasi muda menjadi acuh dan bisu akan lingkungannya. Dengan melakukan Edupark in Action yang merupakan satu dari banyaknya aksi, mampu mengajak generasi muda sadar dan peduli apa yang telah terjadi pada lingkungan dan bagaimana mengatasi kemungkinan dampak buruknya. Bolehlah SobatEH! untuk terus bersama menjaga kelestarian lingkungan kita dan jangan lupa untuk selalu melindungi satwa liar karena dibutuhkan perilaku bijak dan gaya hidup hijau bagi lingkungan kita.



SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment