HARI AIR SEDUNIA 2017: ADA APA DENGAN AIR LIMBAH?

{Sumber: merdeka.com}
Air merupakan kebutuhan utama dan tidak bisa dilepasakan karena setiap melakukan kegiatan makhluk itu tidak lepas dari kebutuhan air, bahkan segala sesuatu yang hidup berasal dari air. Dewasa ini kebutuhan air minum untuk memenuhi aktivitas penduduk makin meningkat. Peningkatan itu terjadi bukan hanya karena penduduk yang bertambah, tetapi juga karena aktivitas yang membutuhkan air meningkat, seperti kawasan industri, perdagangan, pendidikan, pariwisata, dan sebagainya. Peningkatan tersebut perlu diantisipasi secara baik agar tidak terjadi krisis air dimasa mendatang, seperti yang telah terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Minimnya air yang layak dikonsumsi, baik untuk konsumsi maupun untuk kegiatan produksi pada prinsipnya disebabkan oleh keterbatasan air yang memiliki kualitas baik. Untuk menghadapi meningkatnya kebutuhan air dan kompetisi penggunaaan air yang semakin ketat maka diperlukan pengelolaan sumberdaya air yang memadai dan juga berkelanjutan.

Hari Air Dunia atau World Water Day diperingati setiap tanggal 22 Maret. Inisiatif peringatan ini di umumkan pada Sidang Umum PBB ke-47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio De Janeiro, Brazil. Setiap tahunnya Hari Air Sedunia memiliki tema khusus lho, SobatEH. Nah, pada tahun 2017 ini PBB melalui UN Water menetapkan Wastewater atau air limbah sebagai tema Hari Air Dunia. Kenapa sih harus air limbah? Karena 80% air limbah yang berasal dari rumah tangga, industri, tempat umum dan pertanian mengalir begitu saja tanpa melalui proses pengolahan dan pada akhirnya dapat mencemari lingkungan yang mana hal tersebut sangat membahayakan. Data dari WHO dan UNICEF tahun 2014 menyebutkan bahwa terdapat 1,8 Milyar penduduk dunia yang mendapatkan air minum dari sumber yang terkontaminasi tinja sehingga mengakibatkan resiko tinggi tertular berbagai macam penyakit seperti kolera, tifus, disentri, dan polio. Air yang tercemar dan buruknya sanitasi menyebabkan 842.000 oranh meninggal setiap tahunnya. (worldwaterday.org). Oleh karena itu, tema tersebut bermaksud mengajak masyarakat untuk menggunakan kembali air buangan sebagai upaya mempertahankan sumber daya air berkelanjutan dan mengolahnya kembali sehingga aman digunakan dan tidak menimbulkan penyakit.

AIR LIMBAH DI KOTA MALANG

{Sumber: sumcoindonesia.com}

{Sumber: nanosmartfillter.com}

Di kota Malang sendiri, air limbah yang berasal dari rumah tangga, industri dan tempat umum masih menjadi persoalan hingga saat ini karena air limbah tersebut mendominasi pencemaran air. Hasil kajian Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Malang menyebutkan air limbah yang berasal dari rumah tangga berkontribusi 60-70 persen dalam pencemaran air (Republika.com). Masalah yang paling menjadi perhatian adalah warga Malang yang membuat septictank yang tidak layak dan tidak sesuai dengan tempatnya. Hal tersebut akan menimbulkan perembesan bakteri E-coli ke air tanah. Selain itu, limbah industri seperti rumah potong hewan dan pabrik kulit juga turut menyumbang pencemaran air yang ada di Kota Malang. Akibatnya, aliran sungai Kalisari, Bangau, Amprong, dan Brantas menjadi titik pencemaran yang parah. Adanya masalah tersebut, pemerintah berusaha merealisasikan program Sistem Pengelolaan Air Limbah (SPAL). Beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kota Malang juga membangun sarana untuk mandi, cuci, kakus terpadu atau IPAL komunal di 54 kelurahan. Pemerintah juga menargetkan di thaun 2019 seluruh wilayah terjangkau sanitasi yang layak dan memadai serta saluran air bersih 100%.

MENGOLAH AIR LIMBAH SECARA SEDERHANA, BAGAIMANA CARANYA?
Air limbah yang sudah tak terpakai dapat diolah kembali. Misalnya saja air limbah bekas cucian beras atau sayuran dapat digunakan untuk menyiram tanaman. Di halaman rumah. Begitu pula air limbah yang ada di daerah perkotaan yang dapat juga digunakan untuk menyiram tanaman di ruang terbuka hijau. Selain itu, di daerah sektor industri dan pertanian air limbah dapat diolah untuk sistem pendingan dan irigasi. Langkah untuk mengolah air limbah tersebut juga membantu untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan No.6 yang bertujuan untuk menggunakan kembali air limbah, mendaur ulangnya sehingga aman digunakan.

Oleh karena permasalahan air banyak dialami, maka SobatEH harus bijak dalam menggunakan air karena air merupakan kebutuhan penting bagi umat manusia. Seseorang dapat hidup tanpa makanan lebih dari sebulan tetapi hanya dapat hidup beberapa hari tanpa air. Gunakanlah air seperlunya. Dengan memanfaatkan air limbah, berarti kita membantu siklus air bekerja lebih baik agar sumber daya berharga ini dapat terus digunakan.

SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment