EMPAT TAHUN PERINGATI HARI BAWA BEKAL NASIONAL: Made Bring Food As A Healthy And Green Lifestyles


SobatEH pasti sudah tahu kan, bahwa makanan merupakan kebutuhan primer bagi manusia? Ya, makanan merupakan kebutuhan primer atau kebutuhan pokok paling utama yang wajib dipenuhi oleh setiap manusia. Pangan adalah kebutuhan dasar yang digunakan sebagai sumber energi untuk aktivitas tubuh sehingga manusia dapat bertahan hidup dan melakukan aktivitasnya sehari-hari. Tentunya kita sebagai manusia dalam memenuhi kebutuhan pangan, memilih makanan yang bergizi agar tubuh kita tetap sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit. Akan tetapi, dengan berbagai aktivitas yang kita lakukan sehari-hari pasti SobatEH sering membeli makanan yang mungkin kurang sehat dan memiliki kandungan zat kimia yang berbahaya bagi tubuh. Makanan luar atau makanan yang dijual biasanya tidak memperhatikan kebersihan ataupun kesehatan untuk tubuh, sehingga akan timbul berbagai macam penyakit. Untuk menghindari hal tersebut, SobatEH dapat mengakalinya dengan membawa bekal dari rumah. Selain menghindari tubuh kita dari penyakit akibat makanan yang kurang sehat, membawa bekal dari rumah memiliki berbagai manfaat. Salah satu manfaat lainnya yaitu kita dapat mengurangi food waste atau sampah makanan. Faktanya, terdapat 1,3 miliar ton makanan terbuang perharinya di dunia. Sampah makanan yang membusuk nantinya akan menghasilkan jejak karbon yang sangat berdampak terhadap pemanasan global dan kerusakan lingkungan.

HARI BAWA BEKAL NASIONAL                       
   
Sumber: my.milk.com
Berbicara mengenai Hari Bawa Bekal, SobatEH tahu tidak bahwa Hari Bawa Bekal Nasional diperingati setiap tanggal 12 April? Awalnya, Hari Bawa Bekal  merupakan kampanye dari Tupperware, perusahaan multi-nasional asal Amerika Serikat. Dalam kampanye ini, Tupperware bekerja sama dengan Kementrian Kesehatan, Kementrian Pendidikan Nasional Republik Indonesia serta BPOM (Badan Pegawas Obat dan Makanan), menetapkan 12 April sebagai “Hari Bawa Bekal Nasional”. Penetapan Hari Bawa Bekal Nasional tersebut mulai dilaksanakan pada 12 April 2013 lalu.

Hari Bawa Bekal Nasional ditujukan untuk mencapai kesehatan yang merata bagi anak-anak seluruh Indonesia (Kompasiana.com). Data yang diperoleh dari hasil pengawasan PJAS (Pangan Jajanan Anak Sekolah) yang dilakukan secara rutin oleh BPOM pada tahun 2006-2010, jajanan anak sekolah tidak memenuhi syarat berkisar antara 40% - 44%. PJAS yang tidak memenuhi syarat keamanan pangan karena penggunaan bahan berbahaya yang dilarang seperti formalin, boraks, zat pewarna rhodamin B dan methanyl yellow (www.pom.go.id). Seperti yang SobatEH tahu, bahwa zat-zat tersebut sangat berbahaya apabila masuk dalam tubuh.

#SatuDuaAyoBawaBekal

Sumber: us.health.detik.com

SobatEH, siapa yang waktu sekolah sering bawa bekal? Kebanyakan dari anak sekolahan memang dibawakan bekal oleh orangtuanya ke sekolah. Para orangtua membawakan bekal makanan agar si anak tidak jajan sembarangan di lingkungan sekolah. Membawa bekal tidak hanya dapat dilakukan oleh anak sekolah saja, orang dewasa pun juga dapat membawa bekal untuk aktivitas sehari-hari seperti ke kantor, kuliah, atau kemanapun.
Jadi apa keuntungan dalam membawa bekal? Dengan membawa bekal makanan sendiri tentunya kita dapat memilih makanan apa yang SobatEH suka untuk dibawa, dapat menghemat uang saku dan tentunya makanan yang SobatEH makan lebih sehat dan higienis.

Selain beberapa keuntungan diatas, membawa bekal juga memberikan keuntungan lain yaitu dapat mengurangi sampah makanan atau food waste sehingga dapat berguna bagi lingkungan. Saat membeli makanan diluar terkadang kita tidak menghabiskannya karena mungkin porsinya terlalu banyak atau makanan tersebut tidak sesuai dengan lidah. Dengan membawa bekal dari rumah SobatEH dapat mengatur sendiri porsi dan jenis makanan yang diinginkan agar tidak ada makanan yang tersisa. Seperti yang sudah dijelaskan diawal bahwa food waste sangat berdampak buruk bagi kerusakan lingkungan. Sampah makanan yang menumpuk dapat menghasilkan gas metana yang 23 kali lebih buruk dari karbondioksida. Oleh karena itu, membawa bekal banyak manfaatnya ya SobatEH, tidak hanya bermanfaat bagi diri kita sendiri tapi bermanfaat bagi lingkungan dan bumi kita.

Akan tetapi, tidak banyak masyarakat yang membawa bekal untuk menemani akitivitas sehari-harinya.
Seperti yang diungkapkan oleh Nena salah satu Volunteer Earth Hour Malang, ia mengetahui bahwa tangggal 12 April diperingati sebagai Hari Bawa Bekal Nasional. Nena juga menjelaskan pentingnya membawa bekal, “Penting menurutku soalnya dengan membawa bekal selain kita bisa menghemat duit juga bisa mengurangi sampah atau food waste”. Berbeda dengan Tandra yang merupakan seorang mahasiswa, ia belum mengetahui bahwa tanggal 12 April ditetapkan sebagai Hari Bawa Bekal Nasional. Akan tetapi ia tahu bahwa dengan membawa bekal tentunya akan lebih hemat dan makanan yang dibawa lebih higienis dan aman sehingga sehat bagi tubuh. “Sering dulu waktu SMA bawa bekal, dan itu hal yang menyenangkan. Tapi sekarang udah gak pernah lagi” ungkap Tandra. Kebanyakan dari mereka mengetahui bahwa bekal sangat berguna, namun belum membiasakan membawa bekal untuk kegiatan dan aktivitasnya sehari-hari.

Melihat realita bahwa masih banyak orang yang belum membiasakan diri membawa bekal sebagai gaya hidup sehat, harapannya di tahun 2017 ini semakin banyak orang yang mengetahui dan sadar bahwa menjaga kesehatan itu sangat penting dengan salah satu caranya adalah membawa bekal. Tidak hanya waktu peringatan hari bekal nasional saja SobatEH, ayo kita lestarikan kembali kebiasaan membawa bekal ke kantor, ke kampus, ketika bepergian dan lain sebagainya. Selamat Hari Bekal Nasional!



SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar:

  1. Thanks for the great post on your blog, it really gives me an insight on this topic.

    flat earth

    ReplyDelete