BUMIKU, BUMIMU, BUMI KITA BERSAMA



Setiap hari merupakan hari terbaik bagi kita untuk terus memberikan yang terbaik untuk bumi, dan tepat di tanggal 22 April 2017 ini merupakan hari dimana dunia menyebutnya sebagai “Hari Bumi”. Kalau sedikit menengok sejarah, pada tahun 1970  seorang pengajar lingkungan hidup yang bernama Gaylord Nelson merancang tentang hari bumi dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang telah kita huni ini. Tapi sangat disayangkan bagi kebanyakan orang, Hari Bumi hanya dijadikan sebagai peringatan semata tanpa adanya tindak lanjut sedangakan bumi yang kita jadikan tempat berpijak ini usianya kini mencapai sekitar 4.54 Milyar tahun. Seiring bertambah tuanya bumi, tentunya bumi telah memberikan banyak sumbangsih bagi kehidupan manusia. Banyak yang telah bumi berikan kepada kita mulai dari sumber daya alam yang melimpah, tanah yang subur, bahkan air bersih pun ada dibumi.

Dampak dari sekedar memperingati Hari Bumi tanpa adanya tindak lanjut sungguh sangat merugikan diri kita sendiri. Penebangan liar yang kerap kali dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab mengakibatkan populasi hutan semakin berkurang. Tidak hanya berkurangnya hutan tetapi keanekaragaman didalamnya juga ikut punah. Banyak hewan yang kehilangan tempat tinggal, semakin menipisnya cadangan air bersih, bahkan bencana tanah longsor pun bisa terjadi kapan saja. Bukan hanya penebangan liar, membuang sampah sembarangan juga salah satu perbuatan yang merugikan bumi dan  juga merugikan diri kita sendiri. Masih banyak aktivitas manusia yang tak lagi mengindahkan bumi kita seperti membuang-buang makanan, sering menggunakan barang sekali pakai, pencemaran udara, dan pemborosan penggunaan listrik. Mungkin masih banyak lagi kegiatan kita yang kerap kali menyakiti bumi.

Hal ini juga didukung dengan pernyataan salah satu Mahasiswi di Perguruan Tinggi Malang bahwa di Hari Bumi, manusia perlu melakukan refleksi dengan alam. Hal ini menyangkut akan bagaimana cara manusia hidup selama ini dan apa yang telah dilakukan manusia untuk menjamin kelangsungan hidup beberapa ratus tahun ke depan. Namun, yang terjadi saat ini, Hari Bumi hanya digunakan sebagai seremonial yang tidak ada bedanya dengan hari-hari biasa. Manusia sendiri perlu melakukan gerakan sederhana untuk menjaga bumi, salah satunya adalah menghemat air. Akan tetapi kita masih punya waktu untuk tidak memperparah kerusakan lingkungan kita. Adanya peringatan Hari Bumi bertujuan untuk mengubah cara pandang manusia agar berperilaku selalu mencintai bumi. Kita selaku manusia yang berkomitmen bisa melakukan beberapa hal dengan cara antara lain:

Say No to Food Waste
Sampah makananan (Food Waste) yang terbuang secara sengaja maupun yang tidak sengaja berjumlah sebanyak 1.3 Milyar ton yang dihasilkan dari 870 Juta orang. SobatEH mengurangi hal tersebut dengan merencanakan apa yang SobatEH makan, simpan makanan sisamu untuk dijadikan bekal dan buat list makanan yang mudah membusuk.


Sabtu Prei BBM
Sabtu prei BBM merupakan hari dimana SobatEH tidak menggunakan kendaraan pribadi secara sendirian. SobatEH dapat mengganti kendaraan pribadi dengan berjalan kaki, menggunakan angkutan umum, bersepeda atau ikut kendaraan teman. Mengurangi pemakaian kendaraan pribadi dapat mengurangi polusi udara dan polusi suara yang semakin hari semakin parah.

Senin Bawa Tumbler
Penggunaan botol kemasan yang sekali pakai dapat memperbanyak sampah plastik. Oleh karena itu dengan membawa tumbler (botol minum) dari rumah akan mengurangi adanya sampah plastik. Selain itu, membawa tumbler juga akan menghemat pengeluaran kita serta terjamin kebersihannya.


Bawa Bekal
Penggunaan sterofoam dan kertas minyak akan berdampak pada meningkatnya jumlah sampah setiap harinya. Salah satu solusinya dengan membawa bekal. Bekal yang SobatEH bawa tentunya akan lebih sehat bagi pencernaan dan bisa menyisihkan uang untuk hal lain yang lebih dibutuhkan. Jadi, membiasakan membawa bekal sedari dini merupakan salah satu wujud cinta SobatEH kepada bumi.


Beli yang Baik
Sebagai konsumen yang baik tentunya tidak akan memilih produk yang dihasilkan dari produsen yang tak bertanggung jawab pada lingkungan dimana sumber dayanya mereka ambil. Perhatikan ecolabel pada produk baik makanan, minuman, kosmetik, dan lain-lain. Ada 4 ecolabel yang perlu SobatEH perhatikan antaranya:
a.    RSPO (Roundtable On Suistainable Palm Oil) untuk produk berbahan dasar minyak kelapa sawit seperti makanan, produk perawatan tubuh, dan lain-lain
b.    FSC (Forest Stewardship Council) untuk produk berbahan dasar kayu seperti tisue, kertas, mebel, dan lain-lain.
c.    MSC (Marine Stewardship Council) untuk produk dari hasil perikanan tangkap.
d.    ASC (Aquaculture Stewardship Council) untuk produk dari hasil perikanan budidaya.



3R (reuse, reduce, recycle)
Cetak dokumen seperlunya dan gunakan kedua sisi kertas, hemat penggunaan tisu dan ganti dengan sapu tangan, pisahkan barang yang dapat didaur ulang dan tidak dapat di daur ulang, jangan buang kertas yang satu sisinya masih kosong. Pemanfaatan sampah bisa menjadi berkah dan mempunyai nilai jual jika diolah dengan baik.



Cerdas dalam Pemakaian Listrik
Menggunakan listrik boleh saja, bahkan menjadi suatu kebutuhan. Akan tetapi harus diiringi dengan perilaku baik seperti melepas charger yang tak terpakai, mematikan alat elektonik yang tak terpakai (mematikan tv ketika akan tidur, mematikan kipas angin/AC jika suhu dirasa tak panas lagi, dan lain-lain), mematikan lampu yang tak terpakai, dan lain-lain.

Hemat dalam Penggunaan Plastik
Sudah menjadi fakta umum bahwa plastic adalah limbah yang berbahaya karena butuh waktu yang lama dalam penguraiannya. SobatEH dapat mencegah dampak plastic tersebut dengan menggurangi penggunaan plastic dan menggantinya dengan totebag. Totebag dapart SobatEH manfaatkan ketika berbelanja. Ada pula yang namanya Reusable Bag, apa itu? Reusable Bag merupakan tas yang terbuat dari kaos yang sudah tidak terpakai untuk mengurangi penggunaan plastic dan juga limbah tekstil. Menarik bukan?

Maka dari itu, dengan peringatan hari bumi semoga SobatEH dapat berkomitmen untuk memberikan timbal balik yang baik bagi bumi. Bumi telah memberikan apa yang kita butuhkan, alangkah lebih baiknya bila SobatEH pun memberikan yang sama pada bumi. Mencintai dan mengasihi tak harus kepada sesama manusia tetapi bisa juga bisa terjadi antara manusia dan buminya. Ijinkan kita semua melakukan hal baik untuk bumi, agar anak cucu kita bisa merasakan cinta yang bumi berikan padanya. Selamat Hari Bumi SobatEH! Salam Lestari!



             
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment