Vertical Garden untuk Kampung Rampal Celaket dalam Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional


Hai SobatEH, beberapa hari yang lalu tepatnya pada tanggal 19 Februari 2017, Earth Hour Malang memperingati Hari Peduli Sampah.  Adanya sebuah peringatan tentu dikarenakan adanya sebuah kejadian yang terjadi sebelumnya. Pada tanggal 21 Februari 2005 lalu telah terjadi musibah longsor di TPS yang ada di daerah Cimahi,  Jawa Barat.  Tak sedikit jiwa yang menjadi korban dalam bencana sampah longsor tersebut.  Kurang lebih 150 korban jiwa melayang pada tragedi sampah longsor.

Tiap tahunnya, kota-kota di dunia menghasilkan sampah hingga 1,3 miliar ton. Diperkirakan oleh Bank Dunia, pada tahun 2025, jumlah ini bertambah hingga 2,2 miliar ton. Manajemen sampah yang buruk, terutama di negara-negara berkembang, menjadi salah satu pemicunya. Di negara seperti Indonesia contohnya, angka daur ulang sampah termasuk rendah yakni di bawah 50 persen. Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan juga masih memprihatinkan. 

Ada beberapa gerakan mengatasi sampah yang dicanangkan di Indonesia, di antaranya gerakan 3R (Reuse Reduce Recycle) dan Bank Sampah. Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Bank Sampah, di Malang, Jawa Timur, pada November silam, Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya menyampaikan keuntungan ekonomi dari Bank Sampah. 

Sebagai peringatan peduli sampah,  maka kami melaksanakan kegiatan di daerah perkampungan yang terletak di Kampung Celaket.  Keseruan terjadi Volunteer Earth Hour Malang mengikuti lomba membuat vertical garden yang akan ditaruh di pojok Kampung Celaket. Barang bekas seperti botol menjadi bahan utama dalam pembuatan vertical garden. 

Selain adanya lomba vertical garden, volunteer juga mengikuti games yang menguji kekompakan setiap anggota kelompoknya. Tak lupa pula pada penutup, adanya volunteer yang menyumbangkan lagu untuk menghibur volunteer yang lain.


Adanya Hari Peduli Sampah akan selalu mengingatkan kita untuk lebih cerdas memaknai sampah itu sendiri. Kenapa kita sebagai generasi muda harus pandai memaknai sampah? Tentu saja jawabnya agar Indonesia menjadi negara yang tak lalu menjadi negara produksi sampah terbanyak di dunia, selain itu sampah bisa menjadi teman dan musuh dalam satu waktu. Sampah bisa menjadi teman kita jika kita pandai mengolah, memilah, dan menjadikannya sebagai sebuah kerajinan yang memiliki nilai seni. Akan tetapi, sampah bisa menjadi musuh kita ketika sampah dibiarkan terbuang begitu saja tanpa adanya kepedulian masyarakat untuk mengolahnya.
Jadi, dimulai dari sekarang, mari kita mejadi generasi penerus bangsa yang mendukung Indonesia bebas sampah pada tahun 2025 dan penerus bangsa yang dapat mengolah sampah agar memiliki nilai guna yang baik bagi lingkungan.  



SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar:

  1. Min, menteri lingkungan hidup sekarang bukannya Siti Nurbaya?

    ReplyDelete