ROAD TO SWITCH OFF 2017: KAMPANYE BELI YANG BAIK, FOOD WASTE DAN HEMAT ENERGI DI SMA 7 MALANG

Murid SMA 7 bersama Volunteer EHM dan Perwakilan MNC Media Play serta Atria Malang
Setelah beberapa minggu yang lalu Earth Hour Malang melakukan Aksi School Campaign di SDN Percobaan 1 Malang, Earth Hour Malang kembali melakukan aksi School Campaign yang dilakukan di SMAN 7 Malang pada hari Sabtu, 18 Maret 2017. School Campaign sendiri merupakan aksi yang dilakukan oleh Earth Hour Malang dengan melibatkan sekolah sebagai sasarannya. Aksi School Campaign di SMAN 7 Malang ini merupakan aksi terakhir sebelum Aksi terbesar kami yaitu Switch Off #NgalamPetengan2017 yang diselenggarakan di Balai Kota pada hari Sabtu,  25 Maret 2017.

Aksi ini dimulai pada pukul 08.00 WIB yang diikuti oleh adik-adik kelas X. Para volunteer menyebar ke sembilan kelas dari kelas X-A sampai X-I. Sesampainya di kelas masing-masing, perwakilan volunteer memperkenalkan diri di depan kelas sekaigus memutarkan video mengenai profil Earth Hour. Pemutaran video profil Earth Hour juga dilakukan sebagai sounding aksi terbesar Earth Hour di seluruh Dunia temasuk di Kota Malang sendiri yaitu Switch Off.




GOOD CONSUMERS: #BELIYANGBAIK DAN FOOD WASTE
Setelah memperkenalkan diri dan menjelaskan sedikit tentang Earth Hour, adik-adik dari SMA Negeri 7 Malang diberikan beberapa materi yaitu materi Good consumers dan Food waste yang penting untuk disampaikan. Mengapa? Agar adik-adik dapat mengetahui alasannya menjadi konsumen yang bijak dalam membeli produk dan juga dampak ketika makanan yang dimakan tidak dihabiskan.

Sebelumnya, tahukah SobatEH mengapa kita perlu menjadi konsumen yang bijak?

Hal tersebut dikarenakan adanya beberapa fakta yang menjadi alasannya. Faktanya, bahwa Indonesia merupakan konsumen terbesar palm oil, konsumsi domestik seafood yang terus meningkat, konsumsi kertas dan tisu yang semakin hari semakin tinggi, sumber daya hutan dan laut terus menerus di eksploitasi, dan konsumsi bahan bakar untuk transportasi pribadi terus meningkat. Jika hal tersebut terus dibiarkan terjadi, akan membuat kelestarian ekosistem di bumi terancam. Karena semua yang kita beli dan konsumsi akan berpengaruh terhadap diri kita dan lingkungan. Oleh karena itu, WWF membuat kampanye #BeliYangBaik untuk mengajak konsumen lebih bijak dalam mengkonsumsi produk-produk berbahan dasar kelapa sawit, seafood, dan kayu yang memiliki ekolabel. Ekolabel yang sudah dipatenkan oleh WWF adalah RSPO, FSC, MSC, dan ASC. Ekolabel RSPO berfokus pada produk yang berbahan dasar kelapa sawit, FSC berfokus pada produk yang berbahan dasar kayu, MSC berfokus pada produk yang berbahan dasar seafood dari hasil tangkapan liar, dan ASC berfokus pada produk seafood dari hasil budidaya.
Tidak hanya tentang #BeliYangBaik dengan mengajak konsumen memperhatikan ekolabel. Fakta lainnya adalah Indonesia juga merupakan penghasil food waste yang cukup tinggi. Food waste (sampah makanan) adalah makanan yang terbuang secara sengaja maupun yang tidak sengaja mulai dari proses produksinya sampai ketika dikonsumsi. Food waste  biasanya dihasilkan dari produksi jatuh atau tumpah, hasil produksi pertanian yang terkena hama, dan produk pertanian yang mati ataupun penurunan produksi karena penyakit. Selain itu karena kualitas makanan yang buruk, adanya produk makanan yang terkendala peraturan dan standar, kemasan rusak, pembelian berlebihan ataupun makanan yang telah membusuk. Setiap harinya 1,3 miliar ton makanan yang dapat diberikan kepada 870 juta orang terbuang sia-sia. Sayur dan buah-buahan merupakan makanan yang paling banyak terbuang, sementara terdapat 2 miliar orang didunia yang kekurangan gizi. Sampah makanan juga sangat berbahaya karena menghasilkan gas metana yang memiliki efek 23 kali lebih buruk dari karbon dioksida dan dapat berdampak pada pemanasan global dan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, kita sebagai good consumers harus mengurangi food waste. Beberapa cara untuk mengurangi food waste adalah dengan merencanakan apa yang ingin kita makan sebelum berbelanja, menyimpan makanan sisa untuk dijadikan bekal makan siang, selain itu juga dapat membuat list makanan yang mudah membusuk dan ditempatkan di tempat yang sering terlihat agar dapat dimasak terlebih dahulu.
Dengan memperhatikan ekolabel pada produk yang  dibeli dan mengurangi food waste, kita dapat membantu masa depan bumi sekaligus masa depan kita dan anak cucu kita kelak. Karena dalam pengolahan produk-produk yang sudah berekolabel tersebut sangat memperhatikan lingkungan untuk terus berkelanjutan.
Respon positif didapat dari adik-adik SMA Negeri 7 Malang ketika Volunteer Earth Hour Malang selesai memberikan materi tentang dua hal tersebut.

HEMAT ENERGI
Selain materi good consumers, adik-adik dari SMA Negeri 7 Malang juga diberikan materi tentang hemat energi. Definisi hemat energi sendiri adalah tindakan untuk mengurangi jumlah penggunaan energi. Populasi manusia di bumi semakin hari semakin meningkat sehingga energi yang digunakan pun meningkat. Sebagian besar energi yang digunakan manusia dipasok dari minyak bumi, gas alam dan batu bara yang merupakan energi tak terbarukan. Oleh karena itu, kita harus menghemat energi agar sumber energi tersisa dapat digunakan di masa mendatang.

Setelah volunteer menjelaskan materi, kemudian dilanjutkan dengan membentuk kelompok untuk melakukan Forum Group Discussion (FGD) mengenai pemakaian daya listrik perhari. Dalam FGD tersebut, masing-masing kelompok diminta untuk menghitung berapa banyak jumlah rupiah dan daya yang dikeluarkan dalam satu rumah. Kemudian perkelompok akan mau kedepan untuk mempresentasikan hasil perhitungan pemakaian listrik perhari dan tips-tips sederhana untuk meghemat pemakaian energi listrik.





Setelah FGD selesai, Volunteer Earth Hour Malang mengajak adik-adik dari SMA Negeri 7 Malang menuju lapangan di belakang sekolah untuk bermain games gobak sodor. Setiap kelas harus memiliki perwakilan empat orang laki-laki untuk bertanding dalam permainan gobak sodor antar kelas. Adik-adik terlihat sangat antusias mengikuti games gobak sodor ini, ditambah dengan yel-yel pembangkit semangat membuat suasana lapangan semakin riuh.  Peserta yang tidak mengikuti pertandingan tidak tinggal diam, mereka berteriak menyemangati rekannya yang sedang bertanding. Hasil akhir dari games gobak sodor ini dimenangkan oleh  adik-adik dari kelas X IPA 4.

Begitulah keseruan Aksi School Campaign kali ini. Terlihat bahwa adik-adik sangat antusias dan menyambut aksi kami dengan baik. Tanggapan positif terlontar dari Tasya dan Nadida, salah satu siswa yang mengikuti aksi ini. “menyenangkan, kita jadi tau tentang food waste itu apa, label-label dan juga bisa lebih menghemat energi”. Pendapat yang sama juga disampaikan salah satu volunteer. “bagus, fun, rame, senang, dan sangat edukatif”, ungkap volunteer yang bernama Theo.



Aksi School Campaign berakhir pukul 11.00 dan ditutup dengan foto bersama adik-adik SMA Negeri 7 Malang. Diharapkan aksi ini semakin menambah wawasan siswa-siswi semuanya dan dapat menerapkan gaya hidup hijau di kehidupan sehari-hari. Begitupun dengan SobatEH, mari kita melakukan aksi kecil yang dapat berdampak besar dengan menjadi konsumen yang baik, tidak menyisakan makanan dan tentu saja dengan menghemat energi listrik yang digunakan sehari-hari. Salam lestari!

SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment