Ada Apa di SDN Percobaan 1 Malang?


School Campaign merupakan salah satu Aksi rutin yang dilakukan oleh Earth Hour Malang, dimana aksi ini melibatkan sekolah sebagai pihak sasaran. Dengan melibatkan sekolah yang merupakan Lembaga Pendidikan tentunya akan mampu memberikan pengaruh terhadap siswa-siswi untuk mengerti bagaimana penerapan gaya hidup hijau. School Campaign ini berkonsep pada pengenalan gaya hidup yang peduli lingkungan, seperti penghematan energi dan bijak sampah plastik. Selain itu, aksi tidak hanya menerapkan konsep dalam pemberian materi, namun juga mengajak siswa-siswi dalam proses pembuatan tanaman hidroponik atau tanaman yang hidup dengan media air, pembuatan tempat sampah dari bahan bekas ataupun pembuatan biopori.


Nah, kali ini Aksi School Campaign diadakan di SDN Percobaan 1 Malang yang dilaksanakan pada tanggal 17 Februari 2017. Aksi dimulai pada pukul 07.30 wib yang diikuti oleh adik-adik di kelas tiga, empat dan lima. Sebelum pemberian materi, sepertinya biasanya para adik-adik berbaris terlebih dahulu sebelum memasuki ruangan aula. Setelah masuk ke dalam ruangan, para siswa, guru, dan volunteer Earth Hour Malang melakukan doa bersama dan kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi. Untuk ruangan aula yang diisi oleh adik-adik kelas empat dan lima penyampaian materinya dilakukan oleh volunteer Earth Hour Malang. Sedangkan untuk kelas tiga, materi diberikan di dalam kelas oleh volunteer Earth Hour Malang dan Duta Earth Hour Malang 2017 "Wake Up Iris!".

FOKUS HEMAT ENERGI PENTING DITERAPKAN SEJAK DINI


Materi yang diberikan oleh volunteer Earth Hour Malang tidak jauh dari fokus Earth Hour itu sendiri serta Earth Hour Malang, yaitu mengenai hemat energi. Selain itu, materi mengenai hidroponik dan biopori juga tak lupa diberikan kepada siswa-siswi SDN Percobaan 1. Tak hanya pemberian materi saja yang dilakukan, namun adik-adik diberi beberapa pertanyaan terkait materi yang diberikan dan tak lupa kakak-kakak volunteer Earth Hour Malang memberikan reward berupa merchandise dari Earth Hour Malang. Siswa-siswi sangat antusias dengan pertanyaan yang diberikan tentunya hal ini menambah keseruan suasana Shcool Campaign yang diadakan kali ini. Setelah pemberian materi mengenai 3 poin tersebut selesai, maka adik-adik SDN Percobaan 1 diarahkan menuju ke luar ruangan untuk melakukan praktek langsung mengenai pembuatan hidroponik dan biopori.


Kenapa harus fokus kepada hemat energi Sobat EH? Di tahun 2015 ditunjukkan data di Daerah Jawa Timur dimana daya listrik meningkat sebanyak 6,8 %. Jumlah daya listrik untuk kebutuhan industri dan rumah tangga pun terus meningkat hingga 4,68%. Semakin meningkatnya kebutuhan listrik, tentu akan berdampak pada lingkungan.  Oleh karena itu, kita mengajak masyarakat untuk bisa bijak dalam penggunaan listrik, semisal mematikan lampu setelah digunakan, mencabut alat elektronik dan juga menghemat penggunaan listrik di malam hari. Nah, Sobat EH, hal inilah yang kemudian dilakukan di Aksi School Campaign kepada siswa-siswi, karena dengan mengajak generasi muda melakukan hal bijak dalam menyelamatkan bumi, tentu akan membiasakan kita melakukan gaya hidup yang hijau sejak dini.

ASYIK, BELAJAR BERSAMA MEMBUAT BIOPORI DAN TANAMAN HIDROPONIK


Nah, sesuai dengan konsep School Campaign yaitu mengajak siswa-siswi dengan aktif belajar membuat hal-hal sederhana sebagai bentuk gaya hidup hijau. Oleh karena itu, di Aksi kali ini, kami mengajak siswa-siswi untuk belajar dan menerapkan proses pembuatan tanaman hidroponik dan lubang biopori. Hidroponik merupakan metode bercocok tanam atau budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah, melainkan dengan menggunakan media selain tanah seperti sabut kelapa, serat mineral, pasir, pecahan batu bata, serbuk kayu, dan lain-lain sebagai pengganti media tanah. Pada media tersebut di larutkan nutrisi hidroponik yang merupakan campuran bahan kimia yang mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman hidroponik. Tanaman hidroponik bisa dilakukan skala skecil di rumah sebagai suatu hobi ataupun secara besar-besaran dengan tujuan komersial. Beberapa kelebihan tanaman hidroponik antara lain ramah lingkungan, hemat air karena penggunaan  air hanya 1/20 dari tanaman biasa, dan mengurangi  CO2 karena tidak perlu menggunakan kendaraan atau mesin.


Sedangkan biopori adalah teknologi yang ramah lingkungan, berfungsi sebagai peningkat daya resap air. Selain itu, fungsi biopori juga mengubah sampah-sampah organik, yang dimasukkan ke dalam lubang biopori tersebut, menjadikan pupuk kompos dan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca.


Pada saat praktek pembuatan hidroponik dan biopori, siswa-siswi SDN Percobaan 1 sangat antusias hingga berebut untuk mencoba membuat. Tak hanya itu, mereka juga aktif bertanya banyak hal mengenai hidroponik dan biopori. Hal ini membuat kami Volunteer Earth Hour Malang sangat mengapresiasi keingintahuan siswa-siswi di aksi School Campaign kali ini. Aksi School Campaign ini berakhir pada pukul 10.00, aksi ditutup dengan proses dokumentasi volunteer Earth Hour Malang siswa-siswi SDN Percobaan 1 Malang.



Sobat Eh, dengan aksi School Campaign kali ini diharapkan mampu membuat siswa-siswi mengerti akan pentingnya lingkungan dan hemat energi, yaitu #iritlistrik. Dengan mengajak dan mempengaruhi masyarakat luas untuk melakukan 1 kebaikan demi menyelamatkan lingkungan, tentu akan berdampak besar bagi lingkungan nantinya. Salam lestari dan jangan lupa ya Sobat EH untuk #Iritlistrik.



SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment