REWIND AKSI EHM DI TAHUN 2016

SobatEH masih ingat tidak dengan Aksi Switch Off di tahun 2016? atau KolaborAksi “BAPER” bersama Earth Hour Kota Batu? atau Aksi Matos? ataupun aksi lainnya yang pernah dilakukan Earth Hour Malang selama tahun 2016? Tentu kalian semua masih ingat kan dengan aksi – aksi yang dilakukan Earth Hour Malang. Aksi yang dilakukan ini bertujuan untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat tentang pengaplikasian gaya hidup hijau melalui sosialisasi juga untuk membenahi serta menekan kerusakan lingkungan yang terjadi di Kota Malang. Nah, di awal tahun 2017 ini, kami akan mengulas kembali beberapa aksi apa saja yang pernah dilakukan Earth Hour Malang di tahun 2016. Langsung saja yuk disimak ulasan singkatnya.

AKSI SCHOOL CAMPAIGN




Pada ulasan pertama kami akan membahas Aksi School Campaign yang merupakan salah satu aksi rutin Earth Hour Malang. Di tahun 2016, Aksi School Campaign dilakukan di beberapa sekolah di Kota Malang yaitu SDN Tanjungrejo 2 pada tanggal 13 Februari 2016, SDN Tanjungrejo 5 10 September 2016, SMA Brawijaya Smart School (BSS) pada 5 Maret 2016, dan SMPN 15 di tanggal 2 Mei 2016.



Dalam Aksi School Campaign, EHM ditemani oleh Duta Earth Hour Malang yang berperan dalam menjelaskan beberapa materi seperti bagaimana cara bijak menggunakan energi dengan efesien, pentingnya memulai gaya hidup hijau dan #BeliYangBaik. Tidak hanya materi, dalam School Campaign siswa-siswi diajak untuk mengembangkan kreativitas dalam mengolah produk daur ulang hingga bisa dimanfaatkan, selain itu siswa-siswi diajarkan dalam membuat vertical gardening, biopori dan  tanaman hidrponic.




AKSI BAPER

Nah, kalian masih ingat dengan kolaborAKSI bertajuk “BAPER” pada 5 Juni 2016 yang lalu? BAPER kali ini adalah Bareng Periksa Sumber yang bertepatan dengan Hari Bumi dimana saat itu kami bersama-sama memeriksa sumber di Dusun Precet, Junrejo, Kota Batu. Dalam aksi kali ini, kami diundang oleh Earth Hour Kota Batu dan berkolaborAKSI juga dengan tim Punakawan EO.  


Kegiatan kali ini diawali dengan membersihkan gulma-gulma yang tumbuh di sekitar lahan yang akan ditanami bibit. Setelah itu, kami mulai menanam bibit di lahan yang sudah bebas dari gulma tersebut. Bibit yang kami tanam antara lain adalah bibit matoa, nangka dan alpukat. Sebanyak sekitar 50 buah bibit kami tanam di area sekitar sumber tersebut.

Meski medan yang ditempuh cukup menantang, semangat kami tidaklah pudar untuk tetap menanam bibit-bibit tersebut. Kami sangat berharap agar apa yang kami tanam dapat memberikan dampak yang besar bagi area sekitar dalam menyumbangkan oksigen yang akan dihasilkan oleh pohon tersebut.


AKSI MATOS


Aksi Matos ini merupakan aksi yang mengajak dan mengajarkan pada masyarakat luas untuk melakukan #BeliYangBaik yang dilakukan pada 13 Maret 2016 di Malang Town Square. EHM mengadakan aksi razia kantong plastik dan bekerja sama dengan hotel atria, alore, pariwisata malang raya, WWF dan juga EO Allure. Dalam aksi ini dilakukan dengan menukarkan kantong plastik yang dibawa pengunjung dengan totebag secara gratis dan memberikan informasi singkat mengenai bahayanya penggunaan kantong plastik yang berlebih. Aksi razia kantong plastik ini dilakukan karena selain mengurangi sampah plastik, masyarakat dapat lebih hemat dengan menggunakan totebag karena bisa dipakai berkali-kali.




Selain razia kantong plastik,  terdapat juga talk show yang dilakukan oleh perwakilan dari WWF dan beberapa Duta Earth Hour Malang. Aksi ini juga diisi dengan penampilan dari Wake Up Iris, Voix Acapella dan Malang Beatbox. Jonkie sebagai Duta Earth Hour Malang melakukan live painting pada aksi ini dengan membuat lukisan yang berhubungan dengan lingkungan. Melalui aksi ini, diharapkan pengunjung dari Malang Town Square dapat memahami bahwa penggunaan plastik berlebih akan membahayakan kondisi lingkungan.

CAFE NIGHT CAMPAIGN (CNC)


Sepanjang tahun 2016 aksi Café Night Campaign dilakukan dua kali, yaitu pada tanggal 13 Februari 2016 dan pada tanggal 01 Oktober 2016. Main venue dari Café Night Campaign pertama berlokasi di Café Coffee Toffee, sedangkan Café Night Campaign yang kedua berlokasi di Café Lenong Rumpi. 


Konsep dari aksi Café Night Campaign ini adalah berkampanye dari table to table mengenai gaya hidup hijau. Kampanye yang dilakukan mengenai perilaku bijak dalam penggunaan tisu dan plastik, food waste dan gaya hidup hijau sederhana lainnya seperti mematikan lampu, membawa tumbler ataupun membuang sampah pada tempatnya. Selain berkampanye, aksi ini juga mengajak pengunjung bermain games yang berhubungan dengan lingkungan. Aksi table to table dilakukan pada café – café lainnya seperti pada aksi Café Night Campaign pertama dilakukan pada Right Time Food and Coffee Shop, Topping, Kedai Mie Aceh Pak Cik Abin dan Warung Susu Mimikers (Warsu) lalu pada aksi Café Night Campaign kedua dilakukan pada Gedhang Ganteng, Ria Djenaka dan Ice Ah!



Selain aksi table to table juga dilakukan talkshow pada main venue. Pada aksi Café Night Campaign pertama talkshow yang dilakukan adalah mengenai program beli yang baik dan pada aksi Café Night Campaign kedua talkshow yang dilakukan adalah mengenai tisu dan food waste. Dengan mengadakan Café Night Campaign diharapkan agar SobatEH dapat secara luas mengetahui informasi mengenai gaya hidup hijau. 

ZEDAR (ZERO EMISSION DAY RUN)


Salah satu aksi nyata dari Earth Hour Malang di tahun 2016 lalu adalah memperingati hari bebas emisi sedunia atau Zero Emission Day yang jatuh pada tanggal 21 September. Tahukah SobatEH bahwa hari bebas emisi merupakan hari dimana orang-orang diajak dan diserukan untuk tidak menggunakan apapun yang menggunakan bahan bakar fossil seperti, kendaraan yang menghasilkan gas buang, listrik, dan lain-lain. Penggunaan bahan bakar fossil yang tinggi sangat mempengaruhi kehidupan makhluk hidup di bumi karena penggunaanya merupakan sumber utama dari karbon dioksida. Aksi ZEDAR (zero emission day run) dilakukan oleh Earth Hour Malang pada hari Minggu, 18 September 2016 di salah satu taman Kota Malang, yaitu Taman Kunang-Kunang. Tujuan utama aksi ini yaitu memberikan awareness kepada masyarakat pentingnya mengurangi bahan bakar fossil karena ketergantungan manusia sendiri yang sangat tinggi dalam kehidupan sehari-hari.


Aksi ZEDAR ini merupakan aksi nyata yang dilakukan dengan cara yang unik, yaitu berlari bersama beberapa komunitas anak muda yang berada di kota Malang, yaitu: IFL Malang, YOT Malang, Malang Berkebun, Barrampal Malang, UB Runners, Kejo Malang, MFM Radio, Hilo Malang, dan Earth Hour Kota Batu. Aksi unik yang dilakukan Earth Hour Malang ini dilakukan dengan berjalan kaki dan berlari secara berkelompok untuk menyelesaikan tugas atau challenge yang harus diselesaikan di masing-masing pos yang tersebar. Dengan melakukan kegiatan kecil seperti berjalan dan berlari, aksi sederhana ini merupakan langkah nyata yang dilakukan oleh Earth Hour Malang untuk berkomitmen dalam melakukan gaya hidup hijau dan ramah lingkungan sebagai bentuk aksi untuk menekan laju perubahan iklim yang terjadi.

TPST

Tahukah SobatEH bahwa semakin tiingginya jumlah penduduk di bumi maka semakin tinggi volume sampah yang dihasilkan? 


TPST Dau Malang merupakan salah satu tempat pembuangan sampah yang mampu mengolah kembali sampahnya hingga dapat digunakan untuk kehidupan sehari-hari, yaitu: Reduce, Reuse, dan Recycle. Earth Hour Malang melakukan kunjungan di TPST Dau Malang untuk mengetahui bagaimana alur kerja dalam pengolahan sampah yang dilakukan di TPST Dau Malang ini. Kegiatan yang dilakukan diantaranya melihat langsung pengolahan sampah hingga dipisah dan layak untuk di jual yang siap digunakan kembali di masyarakat. Alur kerja yang dilakukan TPST Dau ini yaitu, pengangkutan sampah dari rumah warga, pembongkaran sampah dan pemilahannya menjadi satu bagian, yaitu kaca/beling, sampah keras, sampah kertas, sampah plastik, limbah nasi, sampah organik yang bisa dijadikan kompos, dan sampah akhir (residu) yang siap diangkur ke tempat pembuangan akhir.


Faktanya TPST Dau Malang mampu menggunakan 45% sampahnya menjadi bahan yang siap digunakan kembali, 39% menjadi bahan-bahan kompos, dan hanya meyisakan 16% volume sampah yang akan diangkut ke TPA. Hanya dengan 16% sampah yang diangkut, TPST ini membantu mengurangi penumpukan sampah di TPA yang membantu mengurangi pencemaran lingkungan dan menciptakan lingkungan yang bersih di bumi. Alasan inilah yang menjadikan TPST Dau Malang ini dijadikan sebagai TPST nomor 1 di Indonesia yang sering dijadikan tempat pembelajaran bagi TPST lainnya.

SWITCH OFF BERSAMA DU GROUP DAN ES FILES


19 Maret 2016 Earth Hour Malang menggelar salah satu aksi yang paling membanggakan yakni Switch Off. Aksi yang juga dilaksanakan serentak oleh Earth Hour di 7000 kota di dunia ini dilakukan di Malang tepatnya di Balai Kota Malang. Masih bertajuk Ngalam Petengan yang dalam bahasa Indonesia berarti Malang padam, kali ini Switch Off Earth Hour Malang menggandeng DU Group dan ES Files sebagai partner guna mewujudkan LED Pedal Power untuk menyalakan angka 60+ dan Peta Indonesia raksasa. Konsep inilah yang membuat Ngalam Petengan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana untuk simbolisasi switch off dilakukan dengan mengayuh sepeda guna menghidupkan lampu LED sebagai simbol usaha kita untuk menghasilkan energi yang ramah lingkungan. 



Tak hanya itu, pameran teknologi ramah lingkungan dari teman-teman SMAN 10 Malang pun dihadirkan dalam switch off kali ini untuk memberikan edukasi kepada pengunjung yang datang. Selain itu, hidroponik milik kampung Glintung Go Green sebagai salah satu kampung hijau di Malang pun dihadirkan guna mengedukasi pengunjung. Tidak hanya hidroponik, Kampung Glintung Go Green pun turut berpartisipasi dalam mematikan lampu selama satu jam di jam 20.30 sampai 21.30 WIB, bersama dengan matinya lampu beberapa ikon kota di Malang diantaranya Tugu Balai Kota, Tugu Melati Ijen, Tugu Simpang Balapan, serta beberapa hotel, kampus, pusat perbelanjaan, dan beberapa cafe yang berpartisipasi. Diharapakan dengan adanya Switch Off masyarakat Malang dapat sadar akan pentingnya menghemat energi.

KARTINI UNTUK BUMI


Dalam memperingati Hari Kartini sekaligus Hari Bumi, Earth Hour Malang pada tanggal 24 April 2016 mengadakan aksi yang bertajuk Kartini untuk Bumi. Dalam aksi kali ini, Earth Hour Malang mengadakan sosialisasi bagaimana menjadi konsumen yang baik kepada ibu-ibu PKK Dau Jetaklor, hal ini mengingat pentingnya peran ibu sebagai pengontrol kebutuhan di rumah. 


Selain itu Earth Hour Malang juga membagi-bagikan lampu LED secara gratis kepada ibu-ibu yang datang, dengan syarat ibu-ibu harus membawa lampu bekas atau sampah bekas yang ada di rumah. Lampu LED dibagikan karena lampu tersebut menghasilkan daya yang lebih hemat dibandingkan dengan lampu biasa pada umumnya, hal ini bermaksud untuk mengajarkan penerapan hemat listrik kepada ibu-ibu di rumah. Goodie bag pun ikut dibagikan di akhir aksi ini. Yang diharapkan goodie bag tersebut dapat digunakan sebagai pengganti kantong plastik untuk berbelanja. Karena gaya hidup hijau dapat dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terkecil yakni keluarga.


CITY PARK CAMPAIGN




City park campaign merupakan aksi  yang dilakukan dilakukan di alun-alun Kota Malang, pada tanggal 8 Oktober 2016. Dalam aksi ini bertujuan untuk memberikan arahan dan ajakan agar masyarakat tetap menjaga taman kota dengan cara yang seru melalui pemberian tampilan video yang menunjukan untuk menjaga taman dari sampah. Sehingga masyarakat luas bisa mengambil makna dari cuplikan video yang telah dibuat oleh EHM dan ikut mengaplikasikan dalam kehidupan nyata dan sederhana dalam menjaga kebersihan taman kota serta memaksimalkan fungsi dari Ruang Terbuka Hijau (RTH).


Meskipun saat itu cuaca sedung mendung bahkan hujan, namun hal tersebut tidak mengurangi minat masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pemberian materi melalui video serta permainan games. 


SAMBANG BABY TREE (SANTRI)



Aksi Sambang Baby Tree atau yang disingkat SANTRI merupakan aksi rutinitas yang dilakukan oleh Earth Hour Malang. Sepanjang tahun 2016 kemarin, Aksi SANTRI telah dilakukan sebanyak 4 kali. Yaitu pada tanggal 07 Februari 2016, 15 Mei 2016, 23 Oktober 2016 dan 27 November 2016. Secara keseluruhan Aksi Santri yang kami lakukan ini bertujuan untuk mengontrol bibit pohon yang kami tanam sejak tahun 2015 dengan membersihkan gulma pada sekitar pohon dan memberikan pupuk yang dijadikan sebagai nutrisi agar pohon dapat tumbuh dengan baik.




Pada tanggal 27 Desember 2016 kemarin,  Earth Hour Malang berkolaborAksi dengan KEJO Malang untuk menanam bibit pohon baru dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon 2016. Bibit baru yang kami tanam ini berjenis Trembesi dan berjumlah 10 buah. Secara keseluruhan bibit yang telah kami tanam sejak tahun 2015 hingga sekarang berjumlah 83 buah.  Aksi penanaman baby tree ini bertujuan sebagai langkah sederhana untuk menambah jumlah pohon yang ada di Kota Malang ini. Karena satu buah pohon memiliki manfaat yang baik bagi lingkungan dan bagi manusia itu sendiri. 

Well, itulah beberapa rangkuman aksi nyata yang telah dilakukan oleh earth Hour Malang sepanjang tahun 2016. Nah, dari ulasan diatas dapat disimpulkan bahwa pentingnya melakukan gaya hidup hijau dapat dimulai dari hal yang sederhana namun memiliki dampak besar untuk generasi mendatang. Oleh karena itu, yuk SobatEH! lakukan aksimu untuk menekan laju kerusakan lingkungan. Because we believe that sharing is caring. Start a good thing from yourself, spread to others, and repeat. Salam lestari! Nantikan aksi – aksi Earth Hour Malang berikutnya di tahun 2017 ya!
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment