Liburan, Lingkungan, dan Lara

          Penghujung semester kali ini bertepatan dengan Natal dan Tahun Baru yang membuat momen liburan menjadi lebih indah dan berkesan. Apalagi pergantian tahun merupakan waktu terbaik me-review hasil kinerja pribadi selama setahun ini dan memulai re-plan and project untuk setahun yang akan datang. Hal ini membuat sebagian orang ingin berlibur untuk melepas semua kepenatan dan me-refresh pikiran mereka menjadi lebih baru. Dari mereka yang liburan keluarga hingga liburan bersama teman-teman dekat. Dengan keinginan liburan yang berbeda-beda tempat sangat lumrah rasanya jika semua lokasi wisata seperti kebun binatang, taman bermain modern, museum, hingga pantai selalu banjir wisatawan. Jadi gengs, ada yang sudah merencanakan liburan atau bahkan ada yang sudah liburan?

Kalo ditanya apa manfaat liburan ke tempat-tempat wisata ternama pastinya semua bisa menjabarkan satu per satu. Nah, sekarang kita bahas yang jarang sekali orang yang menyadarinya, ya, dampak negatifnya. Gengs, liburan juga bisa memberi dampak negatif  mulai dari adanya tindak kejahatan, boros keuangan, dan juga memicu sakit. Itu dampak negatif untuk diri kita, gengs. Ada yang tau dampak negatifnya untuk lingkungan? Yaps gengs, sampah. Masalah bagi lingkungan tempat-tempat wisata saat musim liburan yang perlu digarisbawahi yaitu berserakannya sampah dalam jumlah yang banyak. Penyebabnya bukan semata-mata karena pengelolaan sampah yang buruk dari tempat wisata, melainkan hilangnya budaya malu membuang sampah sembarangan. Wah gawat, gengs, masihkah kita malu membuang sampah sembarangan? Mari kita gerakan kondisi ini menjadi kondisi seharusnya dengan mengembalikan budaya malu membuang sampah sembarangan.

Eits bukan cuma itu gengs, tips dan trik supaya volume produksi sampah berkurang juga ada lho. Yuk disimak:
  1. Pertama, membawa tas belanja. Sederhana tujuannya, supaya kita mudah membawa keperluan kita dari rumah sekaligus untuk pengganti plastik saat berbelanja di tempat wisata. Jadi kita belajar yang namanya budaya belanja pintar, gengs.
  2. Kedua, membawa persiapan makanan dan minuman dari rumah. Menggunakan kotak makan dan tumbler ketika akan bepergian seperti liburan ini harus menjadi budaya baru bagi masyarakat. Dengan membawa bekal dari rumah, kita tidak perlu belanja lagi sehingga adanya penggunaan plastik kemasan sekali pakai dapat berkurang. Selain langkah menjaga lingkungan, kita juga termasuk orang yang berhemat, hemat produksi sampah dan juga hemat pengeluaran biaya liburan.
  3. Ketiga, mengurangi pembelian produk berkemasan plastik. Sekarang ini sulit mencari produk tanpa plastik. Tapi jangan khawatir, cara menguranginya kita dapat membeli produk yang dikemas dalam ukuran besar.
  4. Keempat, pemanfaatan kembali sampah. Usai mengonsumsi produk kemasan, kita dapat menyimpan kemasannya di dalam tas belanja untuk dimanfaatkan lagi ketika tiba di rumah. Bisa menjadi haknya bank sampah atau bahkan menjadi barang-barang unik nan berharga.
Nah, itu empat tips dan trik saat liburan di tempat-tempat wisata dan sekaligus menumbuhkan budaya baru berlibur yang lebih mencintai lingkungan dengan mengurangi produksi sampah.


===Semoga Bermanfaat===

INI AKSIKU! MANA AKSIMU?

SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar:

  1. Powered by MalangPromo.com

    Tiket Promo
    Harga Promo
    Tiket Pesawat
    Promo Giant
    Promo Tupperware
    Tupperware Promo
    Tiket Promo Pesawat
    Promo Minggu Ini

    Menerima jasa submit backlink ke 100 Blog dalam satu hari
    Hubungi kami via email : cs@malangpromo.com

    Sedia software autocomment for blog Wordpress/Blogspot/Thumblr Info lebih lengkap kunjungi MalangPromo.com

    ReplyDelete